GN. CIREMAI 3.078 MDPL
KUNINGAN, CIREBON, JAWA BARAT
Gn. Ciremai
11-14 DESEMBER 2002
Konon menurut masyarakat jaman dahulu, Gn. Ciremai dengan Gn. Slamet yang terletak di Jawa Tengah menyatu tinggi sekali hingga menembus langit. Namun oleh legenda pewayangan Hanoman, gunung tersebut dibelah menjadi 2 oleh Hanoman.
Terlepas dari itu di kaki Gn. Ciremai ada museum yang sangat terkenal yaitu museum Linggar Jati, di mana presiden RI pertama Ir. Soekarno dan wakil presiden M. Hatta mengadakan perjanjian dengan Belanda, yang diberi nama perjanjian Linggar Jati. Di dalam museum itu juga masih tertata rapih moke-up dari pemerintahan
KRONOLOGIS PERJALANAN (Di Kota)
Kami berangkat dari sekretariat jam 17.00 WIB menuju Kp. Rambutan, tiba di Terminal Kp. Rambutan jam 18.07 WIB. Lalu kami mencari bus ke arah
Bus tersebut melaju dengan sangat kencang. Jam 22.20 WIB bus itu masuk retoran untuk makan malam. Bus itu berangkat lagi jam 23.09 WIB. Jam 01.10 WIB tiba di kota Cirebon Palimanan, kami berlima menuju Pos Polisi yang sedang berjaga disuasana lebaran tidak jauh dari tempat kami di turunkan, dan sesampainya di Pos Polisi kami meminta petunjuk untuk menuju ke Cilimus.
Kami mencarter mobil angkot yang sedang melintas sampai terminal
Kami di turunkan di Palutungan salah satu jalur pendakian Gn. Ciremai. Namun yang kami maksud dan yang ingin kami lalui adalah rutenya dari Linggar Jati. Kami mencari mobil lagi ke arah Linggar Jati. Tarif angkot itu @Rp 2.000,- Tiba di Linggar Jati sekitar jam 02.58 WIB. Kami berjalan sekitar 2 – 3 menit baru bertemu Pos Pendakian Gn. Ciremai.
Sesampainya di Pos Pendakian Gn. Ciremai kami langsung memasak indomie karena perut kami sudah lapar berat. Jam 06.00 WIB kami mulai packing. Beberapa teman kami melapor ke Pos Pendakian. Di kenakan biaya retribusi Rp 17.500,- atau @Rp 3.500,-
KRONOLOGIS PERJALANAN (Di Gunung)
Jam 07.00 WIB kami berangkat dari Base Camp Pendakian menuju Pos I Gn. Ciremai ( Cibunar ) bersama teman-teman pendaki dari Bekasi, dan sampai di Cibunar / Pos I sekitar jam 08.00 WIB lalu kami mengambil air dan kami berlima sarapan pagi di warung. Waktu menunjukan jam 09.08 WIB kami start lagi menuju Pos II Leuweung Datar. Di tengah – tengah perjalanan di sekitar hutan pinus terlihat Laut Cirebon (Pantai Utara).
Kami berjalan lagi sekitar jam 09.48 WIB tiba di Pos II Leuweung Datar, di situ kami bertemu anak dari Bekasi tepatnya dari Bekasi Ampera, mereka di situ sedang masak indomie untuk sarapan pagi lalu kami istirahat sebentar tidak lama kami berjalan lagi menuju Pos III Condang Amis. Sekitar jam 10.39 WIB tiba di Pos III Condang Amis kami istirahat lagi untuk foto – foto bersama teman-teman dari Bekasi.
Perjalanan kami lanjutkan kembali menuju Pos IV Kuburan Kuda, dengan perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami tiba di Pos IV Kuburan Kuda 1450 Mdpl, jam 11.10 WIB, kami membongkar Carriel untuk mengambil alat–alat masak. Kami berlima memasak air untuk menyeduh kopi dan memakan biscuit untuk di makan. Sekitar jam 11.20 WIB kami packing kambali dan melanjutkan perjalanan. Tiba di Pos V Pangalap 1600 Mdpl jam 11.46 WIB.
Tepatnya jam 11.50 WIB kami melanjutkan perjalanan kembali, kami bertiga berjalan agak cepat, sehingga 2 teman kami lainnya tertinggal agak jauh di belakang. Pos VI Tanjakan Sareuni 1800 Mdpl kami lewati, setelah itu di pertengahan jalan ditemukan jalur bercabang, kami bertiga berhenti sejenak untuk orientasi medan, kami memutuskan untuk mengambil jalur yang ke kanan, dan pertigaan itu ada 1 tenda dan di isi sekitar 5 orang. 2 orang diantaranya menutup jalan bercabang yang arahnya kekiri. Tidak jauh dari pertigaan itu kami bertiga berhenti untuk menunggu teman kami yang tertinggal di belakang. Tidak lama kemudian ada segerombolan orang juga menunggu temannya dan mereka istirahat juga di dekat kami.
Terdengar suara-suara segerombolan pendaki dari punggungan di sebelah kiri dengan jarak sekitar 20 meter lebih. Salah satu dari kami mendengar suara khas teman kami dan berkata “itu seperti suaranya Lando (salah satu teman kami)“. Ternyata 2 orang teman kami tersasar ke punggungan sebelah kiri dari tempat kami beristirahat. Lalu kami betiga meneriaki 2 orang teman kami yang tersesat untuk balik ke punggungan kami, akhirnya turun lagi dan kembali ke punggungan kami berada.
Dan akhirnya kami bertiga menjemput ke bawah untuk membawakan carriel mereka, karena mereka berdua sudah kelelahan. Kami istirahat sebentar. Lalu tidak lama kenudian kami melanjutkan perjalanan. Sekitar 2 tanjakan atau 10 menit berjalan kami tiba di Pos IV Bapa Tere 2000 Mdpl sekitar jam 15.10 WIB tiba-tiba cuaca berubah menjadi berawan (mendung). Kami memutuskan untuk camp. Setelah tenda berdiri kami langsung memasak air untuk membikin teh manis, memasak nasi untuk makan malam. Setelah makan kami ngobrol–ngobrol di dalam dan teras tenda sambil menghisap tembakau rokok dan minum kopi, tidak lama kemudian hujan pun turun sangat deras. Kami pun istirahat (tidur).
Mendirikan Camp di Pos VII Bapa Tere
September ' 99.
Keesokan harinya kami berlima bangun jam 07.06 WIB lalu kami langsung menghidupkan kompor, memasak nasi untuk sarapan. Tepatnya jam 08.56 WIB kami melanjutkan perjalanan, tiba di Pos VII Batu Lingga 2250 Mdpl. sekitar jam 09.31 WIB kami istirahat sejenak untuk mengisi Nutrisari ke dalam air yang kita bawa.
Tanjakan, rintangan kami lewati tapi kami tetap sabar mebghadapi. Sekitar jam 10.00 WIB tiba di Pos VIII Sangga Buana I 2500 Mdpl. Di pertengahan Pos VIII Sangga Buana I dan Pos IX Sangga Buana II kami memutuskan untuk menyimpan Carriel di semak-semak rerumputan. Kami menuju ke puncak Gn. Ciremai dengan membawa Daypack yang berisi antara lain adalah : Logistik ( cemilan ), air, payung, rain coat, dan camera foto.
Sedang istirahat di jalur
September ' 99.
Tidak terasa kami tiba di Pos IX Sangga Buana II, kami hanya melewati saja, karena kami mengejar waktu untuk menuju puncak. Tinggal satu Pos lagi yaitu Pos Terakhir. Tepatnya jam 12.13 WIB tiba di Pos X Pengasinan 2750 Mdpl. kami istirahat sejenak. Kami mengeluarkan makanan ringan atau cemilan yang kami bawa dan kami merekam image dengan foto-foto. Jam 12.30 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju puncak Gn. Ciremai.
Jalur yang begitu terjal, batu – batu yang besar, kerikil-kerikil tajam, angin yang kencang, kabut yang tebal, serta pohon – pohon tinggi dan pohon – pohon yang tumbang selalu mewarnai langkah kaki kami berlima. Tapi kami tetap optimis untuk harus sampai ke puncak.
Bersiap menuju Puncak Ciremai 3.078 mdpl
September ' 99.
Tepatnya jam 13.03 WIB kami berlima berhasil tiba puncak Gn. Ciremai 3078 Mdpl. Di Puncak kami mendapat gerimis dan kabut, tapi bagaimana pun juga kami tetap bersyukur walau pun dingin menyelimuti tubuh kami. Kami langsung foto – foto dan memakan cemilan yang kami bawa.
Puncak Gn. Ciremai 3.078 mdpl
September ' 99.
Puncak Gn. Ciremai 3.078 mdpl
September ' 99.
Desember ' 02.
Dan sekitar jam 14.02 WIB kami berlima turun dari puncak disertai langit yang sudah gelap mendung. Pos X Pengasinan dan Pos Sangga Buana II kami lewati tanpa istirahat, sesampainya di tempat kami menyembunyikan Carriel, kami berhenti untuk mengambil carriel kami, hujan turun begitu deras. Kami turun lagi ke Pos Sangga Buana I. Setibanya di Pos Sangga Buana I kami langsung membuka tenda untuk nge–camp. Kebetulan ada 1 rombongan yang sedang nge–camp di depan tenda kami. Keesokan paginya kami turun lagi menuju Base Camp Gn. Ciremai. tepatnya jam 15.00 WIB kami sampai di Cibunar pos pendakian Gn. Ciremai.
Gunung Ciremai mempunyai track yang curam dan terjal, tidak ada bonus untuk pendakiannya, tidak ada air di sepanjang jalur pendakian. Air dapat di ambil pada Pos 1 Cibunar. Hutannya masih sangat lebat, dan tergolong hutan tropis. Variasi track mewarnai pendakian, dari jalur beralaskan tanah, akar pepohonan, batu-batu besar, kerikil-kerikil tajam, jalur air terdapat di dalamnya. Jadi dibutuhkan mental dan fisik yang baik untuk mendaki gunung Ciremai.
Kawah Gn. Ciremai tampak di selimuti kabut tebal
Puncak Gn. Ciremai 3.078 mdpl
Desember ' 02.
TARIF PERJALANAN GN. CIREMAI 3078 MDPL
Berangkat :
Kampung Rambutan – Cirebon Palimanan Rp 35.000,-
Cirebon Palimanan – Terminal Cirebon Rp 3.000,-
Terminal Cirebon – Cilimus Rp 5.000,-
Cilimus – Linggar Jati Rp 2.000,-
Bea Masuk ( Per Orang ) Rp 3.500,-
Pulang :
Linggar Jati – Cilimus Rp 2.000,-
Cilimus – Terminal Pulo Gadung Rp 15.000,-
Terminal Pulo Gadung – Lenteng Agung Rp 8.000,-
Jumlah PP ( Per Orang ) Rp 73.500,-
TARIF PERJALANAN YANG LEBIH MURAH DAN RINGKAS
Terminal Pulo Gadung – Cilimus PP Rp 30.000,-
Cilimus – Linggar Jati PP Rp 4.000,-
Bea Masuk ( Per Orang ) Rp 3.500,-
Jumlah PP ( Per Orang ) Rp 37.500,-
NAMA - NAMA POS DI GN. CIREMAI 3078 MDPL
Pos Pendakian : Linggar Jati
Pos I : Cibunar
Pos II : Leuweung Datar
Pos III : Condang Amis
Pos IV : Kuburan Kuda
Pos V : Pangalap
Pos VI : Tanjakan Sareuni
Pos VII : Bapa Tere
Pos VIII : Batu Lingga
Pos IX : Sangga Buana I
Pos X : Sangga Buana II
Pos XI : Pengasinan
P U N C A K C I R E M A I 3 0 7 8 M D P L







Tidak ada komentar:
Posting Komentar