PUNCAK MAHAMERU 3.676 MDPL
Letusan abu vulkanik Gn. Semeru.
Tampak dari perjalanan menuju Base Camp Pendakian Ranu Pane, Jawa Timur
Perjalanan menuju Base Camp Pendakian Gn. Semeru, Ranu Pane, Jawa Timur
Gn. Semeru dengan ketinggian 3.676 mdpl adalah dataran paling tinggi yang terletak di pulau Jawa. Gn. Semeru terletak didalam areal Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang secara administratif terletak dalam wilayah 4 kabupaten tingkat 2 yaitu kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, kabupaten Pasuruan dan kabupaten Lumajang.
Gn. Semeru dan Gn. Rinjani adalah gunung paling sering didaki oleh anggota PELIBAS selain Gn. Gede – Pangrango dan Gn. Salak I yang terdapat di Jawa Barat. Selama periode tahun 1999 s/d 2004 PELIBAS telah berhasil mengirimkan 5 team pendakian dan berhasil menembus puncaknya.
Untuk mencapai lokasi awal pendakian Gn. Semeru (Ranu Pane,
Dari rumah pak Yon para pendaki akan menaiki Jeep khusus pendaki untuk dapat mencapai Ranu Pane, jarak tempuh yang diperlukan dengan berkendara sekitar 2 jam perjalanan menggunakan Jeep. Nampak sebelah kanan di depan kediaman pak Yon dan sebelah kiri Ranu Pane. Setelah selesai mengurus segala perijinan (sebelumnya telah terlebih dahulu diurus dikantor TNBTS yang terletak di desa Gubugklakah) maka perjalanan akan kita mulai, umumnya target pendakian hari pertama adalah Kali Mati tetapi tidak sedikit juga yang menyerah dan hanya mencapai Ranu Kumbolo.
Base Camp Pendakian Gn. Semeru, Ranu Pane, Jawa Timur
Base Camp Pendakian Gn. Semeru, Ranu Pane, Jawa Timur
Letusan abu vulkanik Gn. Semeru.
Tampak dari Base Camp Pendakian Ranu Pane, Jawa Timur
Agustus ' 05.
"Tampak Puncak Semeru yang sedang
Dari Ranu Pane menuju Ranu kumbolo kita akan menjumpai beberapa nama pos pendakian yaitu Jembatan Merah dan Watu Rejeng dengan waktu tempuh maksimal + 4 jam perjalanan, keadaan medan masih didominasi oleh punggungan landai dan hanya sesekali kita menjumpai punggungan yang agak terjal. Sebelum kita mencapai Ranu kumbolo kita akan menikmati bonus track yang lumayan panjang dan dari areal ini juga mata kita dimanjakan oleh pemandangan Ranu Kumbolo yang dibentengi oleh bukit-bukit hijau tersaji dihadapan mata kita.
Sun Rise Ranu Kumbolo, Gn. Semeru
Terlihat dari belahan dua bukit kecil dengan refleksinya di atas permukaan air
Agustus ' 05.
Danau Ranu Kumbolo
Agustus ' 05.
Setelah sampai diareal base camp
"Lepas dari areal Ranu Kumbolo kita akan berhadapan dengan sebuah bukit terjal yang dikenal dengan nama Tanjakan Cinta, ya namanya romantis sekali tetapi track yang kita hadapai sangat menguras stamina kita". kurang lebih 20 menit kita akan menghabiskan selera cinta kita di bukit tersebut sebelum akhirnya menjumpai jalur menurun dan dataran landai terhampar luas dihadapan kita. dataran penuh ilalang tersebut dikenal sebagai
Padang Savana Oro-oro Ombo
Agustus ' 05.
"Oro-Oro Ombo adalah
Setelah melewati track super bonus kita akan memasuki areal yang bernama Cemoro kandang, diareal tersebut banyak tumbuh pohon cemara hutan dan semak ilalang, kondisi jalur masih relatif landai dan berdebu kecuali ketika kita akan memasuki areal Jambangan kita akan bertempur dahulu dengan punggungan bukit yang sedikit panjang dan lumayan terjal.
Jambangan
Desember ' 04.
Diareal Jambangan kita dapat bonus track lagi dan dapat melihat puncak Semeru yang sesekali menyemburkan debu vulkaniknya keangkasa setelah melewati areal jambangan kita akan menjumpai keadaan jalur yang menurun landai sebelum akhirnya tiba di areal Kali Mati.
Pos Kalimati
(foto bersama Arek Menado & pendaki bule Swedia)
Juni '02.
Di belakang Pos Kalimati
(foto bersama Arek Grogol)
Desember ' 04.
Pos Kalimati
(foto bersama Arek Grogol)
Desember ' 04.
Kali Mati adalah lembah yang dipenuhi oleh tumbuhan Edelweiss dan biasa dipergunakan oleh para pendaki untuk membuat base
Dari areal Kali Mati setelah melewati sungai kering atau mati para pendaki sudah tidak mendapatkan lagi bonus jalur, kondisi
Perlu perjuangan berat dengan fisik dan mental prima untuk dapat mencapai areal Arcopodo. Setelah mencapai Arcopodo biasanya para pendaki membuka base camp dan beristirahat total sebelum pagi dini hari kembali melanjutkan perjalanan menuju puncak Mahameru.
Untuk mendaki ke puncak Mahameru tidak dapat sembarang waktu karena di areal puncak apabila telah melebihi pukul 09.00 pagi angin yang bertiup membawa gas gas beracun yang berasal dari semburan perut gunung tersebut yang dapat membuat nafas menjadi sesak hingga dapat menyebabkan meninggal dunia.
Arcapada – Keliek – Cemara Tunggal – Puncak Mahameru adalah jalur super berat dan perlu mental tegar serta semangat yang dukung oleh kondisi fisik yang prima. Jalur tanjakan seperti itu biasa kita sebut adalah tanjakan 21 (tanjakan yang kita naiki / tapaki, dengan 2 langkah naik 1 kali turun), sungguh hal yang menguras tenaga, tapi bagaimana pun juga harus kita jalani dengan rasa optimis dan semangat yang tinggi, karena bagaimana pun juga itu adalah bagian dari anugrah sang Pencipta dengan dikelilingi pemandangan yang sungguh menajubkan.
Jalur 21 menuju puncah Mahameru
Juni '02.
Hasil dari usaha yang gigih serta perjuangan yang tidak pernah patah semangat anda akan segera dibayar tuntas oleh Puncak Mahameru sebagai bentuk penghargaan tertinggi dari maha karya pulau Jawa terhadap dedikasi anda menjadi tamu dari keagunganNya pada saat itu.
Puncak Mahameru Gn. Semeru 3.676 mdpl
Juni' 02.
Agustus ' 05.
“Mahameru puncakmu menjulang tinggi membelah angkasa biru tempat sebagian asa berharap akan kemegahanmu kapan lagi aku kembali dan bersua dengan keajaibanmu”.
Mahameru sebagai Maha Karya.
Rangkuman kegiatan dan dokumentasi Puncak Mahameru sebagai sebuah Maha karya.
Periode (1999-2004) PETUALANG LINTAS BEBAS (PELIBAS).















Tidak ada komentar:
Posting Komentar