GN. SLAMET 3.428 MDPL
(Tampak dari Pos Pendakian Desa Bambangan, Purbalingga, Jawa Tengah)
Juli '07
Gn. Slamet yang terletak didalam wilayah Dati 1 Provinsi Jawa Tengah adalah gunung terbesar dan tertinggi di wilayah tersebut. Gn. Slamet membentang dari utara pulau Jawa sampai dengan selatan pulau Jawa, begitu luas dan besar gunung tersebut hingga untuk mencapai Gn. Slamet kita dapat melalui beberapa daerah administratif tingkat 2 yang bersinggungan langsung dengan areal gunung tersebut antara lain Dati 2 Purwokerto, Dati 2 Purbalingga, Dati 2 Tegal, Dati 2 Pemalang dan Dati 2 Brebes.
Untuk melakukan pendakian Gn. Slamet 3.428 mdpl biasanya anggota organisasi kami menggunakan jalur Bambangan yang terletak di Dusun Bambangan Desa Kuta Bawa kecamatan Karang Reja kabupaten Purbalingga. Jalur ini merupakan jalur resmi untuk melakukan pendakian Gn. Slamet, untuk menggunakan jalur Bambangan biasanya anggota organisasi menggunakan menggunakan jalur Pemalang - Karang Reja - Pasar Pratin - Bambangan, walaupun bisa melewati Purwokerto - Serayu - Bobotsari tetapi kami lebih suka masuk lewat Pemalang. Di Dusun Bambangan setiap pendaki diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu di rumah pak Kadus.
Rumah Pak Kades
(Base Camp pendakian Gn. Slamet Desa Bambangan, Purbalingga, Jawa Tengah)
Juli '07
Setelah segala urusan perizinan telah dirampungkan maka perjalanan pendakian pun dapat dimulai.
Setelah melewati areal perkebunan penduduk sekitar 15 menit kemudian kita akan berjumpa dengan Lawang, Lawang disini adalah sebuah areal pos pendakian yang kiri kanannya terdapat dua pohon besar yang membentuk seperti gapura pintu masuk.
Pada tahun 1997, 1998, 2001, dan 2003 untuk mencapai lawang harus terlebih dahulu melewati pos payung, hutan pinus dan sebuah shelter yang bernama pondok belalang maka pada tahun 2008 kemarin saya tidak menjumpainya lagi, sehabis perkebunan penduduk 15 menit kemudian kita akan tiba di areal pos Lawang luar, biasa perkembangan pertanian kita sehingga hutan pun terpaksa harus mengalah demi kepentingan umat manusia.
Dari areal lawang menuju pos 4 (Samarantu) kita membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam mungkin lebih dengan kondisi jalur sudah mulai agak terjal dan menguras tenaga kita, sebelum mencapai pos 4 (Samarantu) kita akan sering menjumpai tempat base camp yang ideal salah satunya adalah pos 3 Pondok Cemara, dari Pondok Cemara menuju Samarantu perjalanan tidak seberapa jauh lagi waktu tempuh maksimal 40 menit.
Areal Samarantu cukup ideal untuk dijadikan tempat base camp. Sekedar pemberitahuan kepada rekan-rekan yang membawa carriel super tinggi dan berat maka areal ini adalah suatu rintangan yang harus sering membuat kita terus menunduk, karena banyak pohon tumbang yang melintang menghalangi jalur pendakian.
Dari pos 4 (Samarantu) biasanya ada sebagian pendaki yang kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 5 karena di areal tersebut terdapat sungai kecil sebagai sumber air waktu tempuh dari pos 4 ke pos 5 maksimal 1 ½ jam. Tapi biasanya pada musim kemarau sumber mata air tersebut kering, maka disarankan untuk membawa air dari bawah, karena selanjutnya ke atas tidak terdapat sumber air lagi.
Pos 5 Samhyang Rangkah
Juli '07
Pos 5 ini bernama Samhyang Rangkah disana terdapat sebuah pondok kayu yang cukup nyaman dijadikan areal base camp, diareal pos 5 ini biasanya para pendaki meninggalkan barang bawaannya dan melanjutkan perjalanan ke puncak setelah terlebih dahulu bermalam ditempat ini.
Dari pos 5 menuju pos 6 (Samhyang Batur) waktu tempuh maksimal hanya 10 menit pos 6 hanyalah areal base camp bagi pendaki yang tidak mendapat tempat base camp di pos 5. Dari pos 6 menuju pos 7 (Samhyang Jampang) waktu tempuh lebih kurang 30 menit tanpa beban, kondisi jalur disini makin mantap dan sempit. Dari Samhyang Jampang Gn. Sindoro & Gn. Sumbing makin mantap untuk dilihat. Di atas areal base camp Samhyang Jampang terdapat daerah yang bernama Samhyang Kendit dengan waktu tempuh maksimal 10 menit tanpa beban.
Sunrise & Mega-mega Gn. Slamet
(di ambil Pos 7 Samhyang Jampang)
Juli '07
Pos 7 Samhyang Jampang
(Mega-mega Gn. Slamet)
Juli '07
Shadow & Mega-mega Gn. Slamet
(di ambil Pos 7 Samhyang Jampang)
Juli '07
Setelah istirahat sebentar diareal ini kita dapat melanjutkan kembali perjalanan menuju batas Vegetasi yang bernama Pelawangan. Dari pelawangan menuju puncak Gn. Slamet sudah sama sekali tidak terdapat vegetasi jenis apapun diareal ini hanya terdapat batu-batuan dan kerikil bercampur pasir yang tersusun dan menjulang tinggi.
Kondisi jalur menuju puncak Gn Slamet
Juli '07
Jangan ditanya lagi masalah jalur disini yang jelas kondisinya makin mantap untuk mengahabisi stamina kita. Setelah lebih kurang 40 - 50 menit meniti tumpukan bebatuan yang sesekali luruh terkena pijakan kita, kita akan tiba diareal Puncak Gn. Slamet yang biasa disebut sebagai "Benteng Gunung " disebut begitu karena keadaan fisiknya mirip dengan sebuah benteng. Dari areal ini setelah beristirahat sejenak mengikuti arah punggungan yang berbelok ke kanan Puncak Gn. Slamet 3.428 mdpl sudah menanti anda.
Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl
Juli '07
Congratulation mission completed "selamat anda telah berhasil menggapai Puncak Gn. Slamet 3.428 mdpl dengan selamat". Di depan kita terlihat bibir kawah Gn. Slamet yang terletak agak jauh diseberang, dan di belakang kita terlihat jelas Gn. Sumbing dan Gn. Sindoro, serta mega-mega Gn. Slamet yang mengelilingi kita berwarna putih menggulung-gulung seperti kapuk nan lembut.....................heheheheheheheheheeeeeeeee..........
Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl
(Foto Bersama arek Tanggerang)
Juli '07
Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl
(Foto Bersama arek Tanggerang)
Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl
(Sedang berjalan di atas puncak Gn. Slamet,
bersama arek ESSISPAL SMA 49 JAKARTA)
Juni '01
Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl
(Foto bersama arek ESSISPAL SMA 49 JAKARTA)
Juni '01
Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl
(Merayakan Kegembiraan)
Agustus '98
Bibir Kawah dan mega-mega Gn Slamet 3.428 mdpl
(diambil dari puncak Gn. Slamet)
Juli '07
Mega-mega Gn Slamet 3.428 mdpl
(diambil dari puncak Gn. Slamet)
Juli '07
Rangkuman kegiatan dan dokumentasi pendakian Gn. Slamet 3.428 mdpl Jawa Tengah periode 1997-2008 PETUALANG LINTAS BEBAS (PELIBAS)




























