Kamis, 26 Februari 2009

Menoreh jejak di puncak tertinggi super S

GN. SLAMET 3.428 MDPL



Gn. Slamet

(Tampak dari Pos Pendakian Desa Bambangan, Purbalingga, Jawa Tengah)

Juli '07



Gn. Slamet yang terletak didalam wilayah Dati 1 Provinsi Jawa Tengah adalah gunung terbesar dan tertinggi di wilayah tersebut. Gn. Slamet membentang dari utara pulau Jawa sampai dengan selatan pulau Jawa, begitu luas dan besar gunung tersebut hingga untuk mencapai Gn. Slamet kita dapat melalui beberapa daerah administratif tingkat 2 yang bersinggungan langsung dengan areal gunung tersebut antara lain Dati 2 Purwokerto, Dati 2 Purbalingga, Dati 2 Tegal, Dati 2 Pemalang dan Dati 2 Brebes.


Untuk melakukan pendakian Gn. Slamet 3.428 mdpl biasanya anggota organisasi kami menggunakan jalur Bambangan yang terletak di Dusun Bambangan Desa Kuta Bawa kecamatan Karang Reja kabupaten Purbalingga. Jalur ini merupakan jalur resmi untuk melakukan pendakian Gn. Slamet, untuk menggunakan jalur Bambangan biasanya anggota organisasi menggunakan menggunakan jalur Pemalang - Karang Reja - Pasar Pratin - Bambangan, walaupun bisa melewati Purwokerto - Serayu - Bobotsari tetapi kami lebih suka masuk lewat Pemalang. Di Dusun Bambangan setiap pendaki diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu di rumah pak Kadus.



Rumah Pak Kades

(Base Camp pendakian Gn. Slamet Desa Bambangan, Purbalingga, Jawa Tengah)

Juli '07



Setelah segala urusan perizinan telah dirampungkan maka perjalanan pendakian pun dapat dimulai. Medan pertama yang akan kita lalui adalah hamparan ladang penduduk selama hampir 1 ½ jam keadaan kondisi jalur sekarang agak berbeda ketika pertama kali saya mendaki gunung tersebut pada bulan Juli tahun 1997.


Setelah melewati areal perkebunan penduduk sekitar 15 menit kemudian kita akan berjumpa dengan Lawang, Lawang disini adalah sebuah areal pos pendakian yang kiri kanannya terdapat dua pohon besar yang membentuk seperti gapura pintu masuk.


Pada tahun 1997, 1998, 2001, dan 2003 untuk mencapai lawang harus terlebih dahulu melewati pos payung, hutan pinus dan sebuah shelter yang bernama pondok belalang maka pada tahun 2008 kemarin saya tidak menjumpainya lagi, sehabis perkebunan penduduk 15 menit kemudian kita akan tiba di areal pos Lawang luar, biasa perkembangan pertanian kita sehingga hutan pun terpaksa harus mengalah demi kepentingan umat manusia.


Dari areal lawang menuju pos 4 (Samarantu) kita membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam mungkin lebih dengan kondisi jalur sudah mulai agak terjal dan menguras tenaga kita, sebelum mencapai pos 4 (Samarantu) kita akan sering menjumpai tempat base camp yang ideal salah satunya adalah pos 3 Pondok Cemara, dari Pondok Cemara menuju Samarantu perjalanan tidak seberapa jauh lagi waktu tempuh maksimal 40 menit.


Areal Samarantu cukup ideal untuk dijadikan tempat base camp. Sekedar pemberitahuan kepada rekan-rekan yang membawa carriel super tinggi dan berat maka areal ini adalah suatu rintangan yang harus sering membuat kita terus menunduk, karena banyak pohon tumbang yang melintang menghalangi jalur pendakian.


Dari pos 4 (Samarantu) biasanya ada sebagian pendaki yang kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 5 karena di areal tersebut terdapat sungai kecil sebagai sumber air waktu tempuh dari pos 4 ke pos 5 maksimal 1 ½ jam. Tapi biasanya pada musim kemarau sumber mata air tersebut kering, maka disarankan untuk membawa air dari bawah, karena selanjutnya ke atas tidak terdapat sumber air lagi.



Pos 5 Samhyang Rangkah

Juli '07


Pos 5 ini bernama Samhyang Rangkah disana terdapat sebuah pondok kayu yang cukup nyaman dijadikan areal base camp, diareal pos 5 ini biasanya para pendaki meninggalkan barang bawaannya dan melanjutkan perjalanan ke puncak setelah terlebih dahulu bermalam ditempat ini.


Dari pos 5 menuju pos 6 (Samhyang Batur) waktu tempuh maksimal hanya 10 menit pos 6 hanyalah areal base camp bagi pendaki yang tidak mendapat tempat base camp di pos 5. Dari pos 6 menuju pos 7 (Samhyang Jampang) waktu tempuh lebih kurang 30 menit tanpa beban, kondisi jalur disini makin mantap dan sempit. Dari Samhyang Jampang Gn. Sindoro & Gn. Sumbing makin mantap untuk dilihat. Di atas areal base camp Samhyang Jampang terdapat daerah yang bernama Samhyang Kendit dengan waktu tempuh maksimal 10 menit tanpa beban.



Sunrise & Mega-mega Gn. Slamet

(di ambil Pos 7 Samhyang Jampang)

Juli '07



Pos 7 Samhyang Jampang

(Mega-mega Gn. Slamet)

Juli '07



Shadow & Mega-mega Gn. Slamet

(di ambil Pos 7 Samhyang Jampang)

Juli '07


Setelah istirahat sebentar diareal ini kita dapat melanjutkan kembali perjalanan menuju batas Vegetasi yang bernama Pelawangan. Dari pelawangan menuju puncak Gn. Slamet sudah sama sekali tidak terdapat vegetasi jenis apapun diareal ini hanya terdapat batu-batuan dan kerikil bercampur pasir yang tersusun dan menjulang tinggi.



Kondisi jalur menuju puncak Gn Slamet

Juli '07



Jangan ditanya lagi masalah jalur disini yang jelas kondisinya makin mantap untuk mengahabisi stamina kita. Setelah lebih kurang 40 - 50 menit meniti tumpukan bebatuan yang sesekali luruh terkena pijakan kita, kita akan tiba diareal Puncak Gn. Slamet yang biasa disebut sebagai "Benteng Gunung " disebut begitu karena keadaan fisiknya mirip dengan sebuah benteng. Dari areal ini setelah beristirahat sejenak mengikuti arah punggungan yang berbelok ke kanan Puncak Gn. Slamet 3.428 mdpl sudah menanti anda.



Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl

Juli '07



Congratulation mission completed "selamat anda telah berhasil menggapai Puncak Gn. Slamet 3.428 mdpl dengan selamat". Di depan kita terlihat bibir kawah Gn. Slamet yang terletak agak jauh diseberang, dan di belakang kita terlihat jelas Gn. Sumbing dan Gn. Sindoro, serta mega-mega Gn. Slamet yang mengelilingi kita berwarna putih menggulung-gulung seperti kapuk nan lembut.....................heheheheheheheheheeeeeeeee..........



Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl

(Foto Bersama arek Tanggerang)

Juli '07



Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl

(Foto Bersama arek Tanggerang)

Juli '07



Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl

(Sedang berjalan di atas puncak Gn. Slamet,

bersama arek ESSISPAL SMA 49 JAKARTA)

Juni '01



Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl

(Foto bersama arek ESSISPAL SMA 49 JAKARTA)

Juni '01



Puncak Gn Slamet 3.428 mdpl

(Merayakan Kegembiraan)

Agustus '98



Bibir Kawah dan mega-mega Gn Slamet 3.428 mdpl

(diambil dari puncak Gn. Slamet)

Juli '07



Mega-mega Gn Slamet 3.428 mdpl

(diambil dari puncak Gn. Slamet)

Juli '07



Rangkuman kegiatan dan dokumentasi pendakian Gn. Slamet 3.428 mdpl Jawa Tengah periode 1997-2008 PETUALANG LINTAS BEBAS (PELIBAS).



Selasa, 24 Februari 2009

Melihat keindahan dari ketinggian di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat

JEJAK LANGKAH DI ATAS

SINGGASANA DEWI ANJANI



Selat Lombok (di atas kapal ferry), Agustus '03.



Nama Gn. Rinjani menurut legenda masyarakat Sasak diambil dari seorang putri cantik jelita yang bernama Dewi Anjani, konon Dewi Anjani dahulu datang dan menyepi di areal puncak Gn. Gunung Rinjani karena kecewa terhadap ayahandanya yang hendak menjodohkannya dengan seorang pangeran yang tidak ia cintai. Menurut legenda Dewi Anjani sangat ramah dan bermurah hati, sampai masa sekarang ini konon Dewi Anjani masih sering menampakan diri dan menegur sapa siapa saja orang yang hendak disapanya diareal Puncak dan areal Pelawangan Gn Rinjani.


Sampai saat ini perjalanan ke Gn. Rinjani, PELIBAS telah 4 kali mengirimkan teamnya untuk melakukan pendakian ke salah satu surga dunia yang terletak di pulau Lombok tersebut.


Gn. Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter diatas permukaan laut adalah salah satu gunung di nusantara yang mempunyai pemandangan super indah dan sangat eksostis. Gn. Rinjani termasuk dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang secara administratif masuk dalam dua wilayah Dati 2 Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu Dati 2 Lombok Barat dan Dati 2 Lombok Timur.


Untuk dapat mendaki Gn. Rinjani terdapat beberapa jalur primer dan sekunder pendakian, jalur primer pendakian atau jalur resmi pendakian terdapat didaerah Sembalun Lawang Lombok Barat dan Senaru Lombok Timur sementara jalur-jalur alternatifnya antara lain jalur Santong jalur Torean dan Jalur Bayan.


Sebenarnya jalur yang paling menantang adalah jalur Torean karena sepanjang perjalanan kita akan melalui celah punggungan super tipis dengan benteng tebing-tebing terjal dan lubang-lubang curam lembah yang menganga di sebelah kiri kita, dari jalur ini kita dapat melewati sungai Kokok Putih dan tembus ke Gua Susu yang tentunya langsung menuju Danau Super Megah yaitu Danau Segara Anak.

Jika kita bertanya masalah jalur, saya rasa yang namanya pendakian Gn. Rinjani semua jalur sama hanya perbedaan dalam sudut pandang kita terhadap medan, masalah rasa sama saja. Dalam hal ini saya akan membahas pendakian melalui jalur Sembalun karena jalur Sembalun lawang adalah jalur utama dan jalur favorit yang sangat sering dipergunakan oleh para pendaki lokal maupun pendaki mancanegara untuk melakukan pendakian.


Untuk menuju sembalun dari terminal Cakra kota Mataram Prov. NTB kita dapat menumpang Elf dengan tujuan Masbagiek – Aikmal – Sembalun Lawang, setelah tiba di Sembalun Lawang kita diwajibkan melapor terlebuh dahulu di kantor TNGR setelah urusan lapor-melapor selesai perjalanan kita lanjutkan kembali, dari areal ini tujuan atau target pendakian untuk hari ini biasanya adalah pos 2 hal itu dikarenakan diareal tersebut terdapat sumber mata air. Apabila kita melakukan pendakian pada siang hari lebih baik menyiapkan alat pelindung wajah dan kepala dari terpaan sinar mentari yang panas hal tersebut perlu kita lakukan agar stamina tetap tejaga dan terhindar dari dehidrasi.


Jalur sembalun Lawang sangat terbuka dan minim sekali tempat berteduh karena merupakan areal padang savana yang super luas bila sedang melewati areal jalur Sembalun lawang jangan terkejut apabila dalam perjalanan kita menemukan puluhan jembatan beton yang kokoh. Untuk mencapai pos 2 dibutuhkan waktu tempuh normal maksimal sekitar 5 – 6 jam perjalanan.


Dari pos 2 menuju pos 3 jarak tempuh sekitar 2 – 4 jam itu semua tergantung dari kekuatan fisik kita, dari sini perjalanan pendakian anda mulai terasa menggedor semangat karena setelah pos 3 kita akan dihadapkan pada jalur dengan tujuh punggungan terjal yang dinamai Tujuh Bukit Penyesalan, “Menyesalkah kita ? tentu tidak, karena setiap tantangan adalah bagian dari pencapaian sebuah tujuan”.



Jalur menuju Pos II Tengingian Gn. Rinjani

Lombok, Nusa Tenggara Barat. Agustus '00.



Ketika melewati areal ini jangan pernah ada kata mengumpat ataupun mengeluh karena semua ini bukanlah apa-apa dibandingkan dengan sesuatu yang menunggu anda dipuncak punggungan ini kelak, jangan ragu bulatkan semangat dan tekad anda karena sebentar lagi anda akan memasuki gerbang surga dunia yang eksotis dan mempesona. “Ayo Libas Bro tiada rintangan yang tak terlibas.” Jika fisik anda betul-betul prima saat melewati areal tersebut maka anda hanya akan menghabiskan waktu tempuh 4 – 5 jam perjalanan tetapi kalau tidak fit yach rasain sendiri aja dech….


Diareal puncak jalur tersebut kita akan bersua dengan satu daerah terbuka yang cukup luas dan banyak sekali terdapat areal untuk membuka base camp sebelum melanjutkan perjalanan menuju Puncak Rinjani, nampak dihadapkan kita Danau Segara Anak yang membiru dan kemegahan puncak Rinjani yang menjulang tinggi menembus asa dalam dada kita, Subhanallah luar biasa keagunganMu ini ya Rabbi.



Mega-mega Gn. Rinjani di Pelawangan Sembalun

Agustus '00.



Setelah beristirahat total dan bermalam di areal gerbang Pelawangan Sembalun maka perjalanan pendakian menuju Puncak Rinjani harus kita lakukan pada dini hari waktu setempat waktu aman dan paling ideal yang biasanya digunakan oleh para pendaki adalah jam 02.00 dini hari.


Sebaiknya anda jangan bertanya-tanya kondisi jalur puncak yang penting bagaimana kita bisa tetap semengat menuju puncaknya, perjalanan dari Pelawangan Sembalun Menuju Puncak Gn Rinjani membutuhkan waktu tempuh maksimal sekitar 3 – 4 jam, jangan lupa siapkan peralatan dokumentasi dan juga stok film atau memory card anda dan bersiaplah menyaksikan sebuah panorama alam yang luar biasa indah, bagi yang gemar fotografi areal inilah adalah salah satu surga bagi lensa anda, “silahkan ceprat-cepret sebuanyak-banyaknya”. Jika kita mampu bergerak cepat menuju Puncak Rinjani tentu kita akan mendapatkan Sun Rise Rinjani yang sangat Elok nan Menawan. Keadaan Puncak Gn Rinjani 3.726 mdpl cukup sempit mungkin hanya seluas Puncak Gn. Agung di Bali tetapi pemandangan serta keindahan yang dapat disaksikan dari puncaknya sangatlah mempesona dan luarrrrr biasa…



Sun Rise Gn. Rinjani

Tampak dari jalur menuju puncak Gn. Rinjani

Agustus '00.



Sun Rise Gn. Rinjani

Tampak dari jalur menuju puncak Gn. Rinjani

Agustus '00.



Puncak Gn. Rinjani 3.726 mdpl

(anggota PELIBAS)

Agustus '03.



Puncak Gn. Rinjani 3.726 mdpl

(foto bersama arek GAPPETTA Kebumen)

Agustus '03.



Puncak Gn. Rinjani 3.726 mdpl

(foto bersama arek Palembang, Bandung, & bule Pendaki Australia)

Agustus '03.



Setelah berhasil menggapai puncak Gn. Rinjani biasanya para pendaki akan melanjutkan perjalanan menuju Danau Segara Anak, anda jangan salah walaupun seluruh rangkaian perjalanan menuju Danau Segara Anak kondisi jalurnya menurun tapi ini bukan turunan biasa ini benar-benar luar biasa, waktu tempuh normal dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak biasanya 4 – 5 jam, yah dari pada di ceritain lebih baik anda mencoba untuk merasakannya, okeh..


Diantara kedua tempat tersebut terdapat sumber mata air yang sangat jernih dan segar kondisi mata air tersebut mirip dengan mata air Sumber Mani yang terdapat di areal Kawah Mati Gn Semeru. Luar biasa Danau Segara Anak benar-benar luas dan sangatlah indah ditengah keelokan danau tersebut berdiri megah Gn. Baru yang apabila kita hubungkan dengan legenda masyarakat suku Sasak Gn. Baru laksana singgasana Puteri cantik jelita Dewi Anjani yang konon merupakan penguasa Gn. Rinjani.



"Luwih Becik Bebarengan"



Danau Segara Anak Gn. Rinjani

(sambil melepas lelah foto bersama bule Swedia & Porte Guide)

Agustus ' 00.



Danau Segara Anak Gn. Rinjani

(anggota PELIBAS)

Agustus '03.



Danau Segara Anak Gn. Rinjani

(sedang memancing)

Agustus '03.



Terlepas dari segala legenda maupun misteri yang menyelimutinya Danau Segara Anak benar-benar sebuah lautan kecil yang tercipta sebagai tempat mandi dan bercanda para bidadari dari kayangan dan sekumpulan manusia yang gemar berpetualang serta menangkap ikan.


"Jangan lupa bawa pancingan yach sebab disini anda akan memakan ikan sebagai makanan pokok dan nasi sebagai lauknya, selamat berburu karper bos kalo dapet banyak jangan lupa kirim-kirim okeh……"



Danau Segara Anak & Mega-mega Gn. Rinjani

(tampak dari puncak Gn. Rinjani 3.726 mdpl)

Agustus '00.



Mega-mega Gn. Rinjani

(tampak dari puncak Gn. Rinjani 3.726 mdpl)

Agustus '00.



Danau Segara Anak & Mega-mega Gn. Rinjani

(tampak dari Pelawangan Senaru)

Agustus '00.



Danau Segara Anak & Mega-mega Gn. Rinjani

(tampak dari Pelawangan Senaru)

Agustus '00.



AKSES PERJALANAN (via darat dari Pulau Dewata Bali)

  • Pelabuhan Gilimanuk – Terminal Gilimanuk
  • Terminal Gilimanuk – Terminal bus Ubung Denpasar
  • Terminal bus Ubung Denpasar – Pelabuhan Padang Bai
  • Pelabuhan Padang Bai – Pelabuhan Lembar
  • Pelabuhan Lembar – Terminal bus Mataram
  • Terminal bus Mataram – Sembalun Lawang (jurusan Masbagiek – Aikmel)



JARAK TEMPUH DI GUNUNG

  • Base camp Pendakian Sembalun – Pos I Pemantau 2 – 3 jam
  • Pos I Pemantau – Pos II Tengingian 5 – 6 jam
  • Pos II Tengingian – Pos III Padabalong 2 – 4 jam
  • Pos III Padabalong – Pelawangan Sembalun 4 – 5 jam
  • Pelawangan Sembalun – Puncak Rinjani 3 – 4 jam
  • Pelawangan Sembalun – Danau Segara Anak 4 – 5 jam


Rangkuman kegiatan dan dokumentasi pendakian Gn. Rinjani PELIBAS periode Agustus 2000 – 2005.