MENEMBUS ATAP
GN. KERINCI 3805 MDPL
Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 meter diatas permukaan laut adalah salah satu gunung tertinggi di bagian barat
Mungkin untuk organisasi besar dan berkantung tebal nama Kerinci tidaklah terlalu bising untuk didengar tapi sebaliknya untuk kami dan organisasi kecil kami Gunung Kerinci sangatlah berarti dan sangat eksklusif untuk didaki bagaimana tidak sebagai gunung nomor dua tertinggi di wilyah NKRI dengan perizinan pendakian dan sarana transportasi yang murah dan memadai membuat Gunung Kerinci laksana embun penyejuk yang dapat sedikit meredam keinginan kami untuk mendaki gunung-gunung yang memiliki ketinggian diatas 4000 mdpl. Cartenz Pyramid memang impian tapi kami tak mau terbuai dalam impian lebih baik berkarya sesuai kemampuan.
Untuk mencapai titik awal pendakian gunung Kerinci diperlukan sekitar 2 atau 3 hari perjalanan darat dari ibukota
Secara administratif gunung Kerinci yang dilindungi oleh suaka alam Nasional yang bernama Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat (TNGKS) terdapat didaerah pemerintahan Provinsi jambi sebagai pintu masuk utama daerah admiministratif Propvinsi Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu.
Apakah kita cukup berhati untuk mendatanginya ataukah hanya terlena oleh cerita-cerita mistik dan angker yang selalu menyelimutinya, bagaimana tidak dengan hutan perawan yang masih lebat dan rapat disini juga hidup puluhan penguasa rimba yang terkenal ganas dan buas serta tidak pernah pandang bulu, siapapun bisa saja dimangsanya.
Setelah selesai mengurus perijinan dan cek list logistik serta perlengkapan, team pun mulai bergerak menyusuri perkebunan teh menuju gapura Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat jarak tempuh dengan berjalan kaki dibutuhkan waktu sekitar 30 sampai 45 menit. Sebelum melanjutkan perjalanan seluruh anggota team beristirahat sambil mengolah logistik yang kami bawa dari
Dari pos 1 sampai dengan pos 2 kita dapat menjumpai segala jenis kondisi hutan yang terdapat di pulau jawa mulai dari hutan hujan basah Jawa Barat sampai dengan hutan hutan tropis kering Jawa Timur, unik dan ajaib tentunya. Untuk mencapai pos 2 dibutuhkan waktu tempuh sekitar 6 sampai dengan 8 jam “waauuuuuoooowww” benar-benar menguras tenaga. Bergerak dari gapura masuk sekitar pukul 9.15 WIB memasuki pos 2 hampir mendekati pukul 18.00 WIB.
Di pos 2 team memutuskan untuk bermalam selain itu juga di pos 2 terdapat sumber mata air alami yang tidak pernah kering dan segar sekali untuk di konsumsi. Keadaan pos 2 cukup terbuka dan terdapat jurang yang mengangga apabila kita melihat kesebelah kanan jalur pendakian. Malam itu hujan turun sangat deras dan kami semua tertidur sangat nyenyak sehingga schedule pendakian yang rencananya dilakukan pada jam 03.00 dini hari berubah menjadi pukul 06.00 WIB.
Dibawah deraan cuaca dingin dan berkabut seluruh anggota team melakukan persiapan logistik dan perlengkapan, setelah menyantap sarapan pagi dan cek perlengkapan yang akan dibawa ke Puncak Gn Kerinci team pun bergerak meninggalkan base camp menuju pos 3 batas vegetasi, perjalanan menuju pos 3 benar-benar menantang dengan kondisi cerukan yang benar-benar dalam sekitar 2 atau 3 meter setiap cerukan membuat tangan dan kaki kita berfungsi secara keseluruhan dan dijamin jarang ada yang menganggur.
Jarak tempuh pos 2 dengan pos 3 tidak seberapa jauh skitar 1 ½ jam, keadaan fisik pos tiga sangat terbuka dan indah karena merupakan batas vegetasi di gunung ini, apabila cuaca cerah dan tidak tertutup oleh kabut maka dari tempat ini juga kita dapat melihat pemandangan gunung Tujuh dan jalur menuju puncak Gn Kerinci yang sekilas mirip sekali dengan jalur pendakin Gn Slamet dari batas vegetasinya. Ditempat ini seluruh anggota team mengecek kembali peralatan team dan peralatan individu agar jangan sampai tercecer apalagi tertingal.
Kabut mulai merayap perlahan menutup pemandangan indah dan menggantinya dengan rintik hujan, angin yang tadinya sepoi mulai bergemuruh melebihi gemuruh semangat dalam jiwa kami. Saat itu cuaca mulai tidak bersahabat, hujan disertai angin kencang menghantam keteguhan hati kami, sejenak kami terhenti membaca isyarat alam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing, suasana sunyi menjadi tambah sunyi dan tegang karena tidak satupun anggota team yang bersuara. Dengan musyawarah untuk mufakat dengan keputusan bahwa pendakian tetap harus dilanjutkan bergerak lebih baik dari pada diam menggantung harapan.
Empat orang anggota team pendakian Gn Kerinci
“Disaat alam menjadi ganas dan tidak bersahabat maka manusia benar benar tidaklah berdaya, hancurlah sudah segala kesombongan dan kecongkakkan manusia dibawah gelora keperkasaanNya”.
ALLAHUABAR-ALLAHUAKBAR-ALLAHUAKBAR Alhamdullilah ya Rabbii ucap kami semua ketika itu, tidak disangka dengan cuaca begitu buruk dan mencekam kami seluruh anggota team dapat dengan selamat menembus PUNCAK KERINCI 3.805 meter diatas permukaan laut, suasana di puncak Gn Kerinci sangat tenang namun tetap mencekam di depan kami nampak walau agak samar kawah gunung yang mengeluarkan asap putih dengan dinding kawah berwarna hijau kemerah-merahan tanpa buang waktu kami semua segera berpose untuk di dokumentasikan dan menghisap rokok dalam-dalam untuk kemudian segera bergegas meninggalkan daratan tertinggi di pulau Swarna Dwipa itu.
Cuaca buruk dan berkabut menyertai keberhasilan kami menembus TOP KERINCI.
Bravo PELIBAS……..
Elang tetap akan berkibar diseluruh pelosok nusantara..
AKSES PERJALANAN
Sungai Penuh – Jurusan Kayu Aro Kresik Tuo (angkot) turun di Tugu Macan
Basa Camp Pendakian Kresik Tuo R sepuluh – Pos I 45 menit
Pos I – Pos II 7 jam
Pos II – Pos III 1,5 jam
Pos III – TOP KERINCI 1 jam
Esha Agni (Tunge),
Irwan K (Tegek),
Erdi Nurdillah (Komeng),
Renaldo Manulang (Batax)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar